Senin, 05 September 2011

Keletek malam minggu

Sisa-sisa kotoran ada di sini
di kepalaku dan membuat segalanya runyam. Sedang aku tak bias memilih. Membiarkan malam minggu sendiri: dikutuki sumbar-sumbar keparat
remaja kampung

kalau saja….

#
Sunyi, kesunyian…
Ingatan robek pada luka-luka, silam
Sedang menggerutu pun gagal

Kesal sendiri, melihat yang tasdi ngoceh, sekarang diam; mulutnya di sumpal nasi bungkus

#
Sekarang lelaki itu sudah kenyang. Kini repot dengan selilit yang nyelip  di gigi. Sebelum selilit itu hilang dan dia kembali mengoceh, sebaiknya aku pulang.
Membaca-baca buku di rumah sampai pagi tiba.

Keparat betul malam minggu ini.

#

Warung kletek,
Pengampu – Sunari Sudrun.

Citra D Vresti Trisna

3 komentar:

Yayag YP mengatakan...

Hehehehe...selilit yang nyelip itu pancen njiamputi mas, wkwkwk...
Enak aahhh, sepi-sepi mampir ke blogmu ini mas, opo maneh gak onok wong e, isok ngacak-ngacak, xixixi...

Citra D. Vresti Trisna mengatakan...

apane diacak2?

Yayag YP mengatakan...

Puisi-puisimu sing tak acak-acak, hehehe...
Hawanya kok gitu ya blogmu mas,
Hujan, buka jendela kamar, secangkir kopi di meja dan puisi di monitor depan mata. Ayem.

Posting Komentar