Senin, 05 September 2011

riwayat api

senja yang menarik bunga-bunga adalah hari ini,
dimana aku menemukan biji matamu diantara kerumun badik

sehabis malam,
cuma resah membatu
menebak siapa yang datang saat pintu berderit dan terbuka
napasmu kah yang sampai lebih dulu sebelum tiba pelukan?


orang-orang  berkelakar
bersila,
mukanya berkakuan mengasah parang-parang panjang

komat-kamit mantra terbaca sudah

“ini karat musti hilang sebelum hari menjelang pagi”
lantas tak ada yang terdengar kecuali  kerumun berbisik,
 sandal-sandal yang pulang karena darah adalah bahasa

membaca mantra-mantra
: perihal mencintai gadis orang

Bangkalan, 2010
Citra D. Vresti Trisna
 

 

2 komentar:

Yayag YP mengatakan...

Gak banyak memang puisimu diblogmu ini mas, tapi semuanya berkelas, yang ini juga.
Jangan berhenti menulis!
Itu juga pesanku untukmu.

Citra D. Vresti Trisna mengatakan...

kamu juga ya jangan berhenti menulis yag. terimakasih.

Posting Komentar